Diagnosis Gangguan Kepribadian Skizoid

Gangguan kepribadian skizoid ingin menghindari aktivitas dengan orang lain atau hubungan sosial.

Kecenderungan skizoid, orang yang suka menyendiri dan tak mempunyai keinginan membangun hubungan dengan orang lain.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition atau DSM-5 mendefinisikan skizoid sebagai pola gangguan fungsi sosial.

Orang yang mengalami gangguan kepribadian skizoid kemungkinan mampu bekerja secara baik dalam pekerjaan yang menyendiri.

Mengutip Verywell Mind, orang yang mengalami skizoid cenderung jarang mau berteman.

Merujuk Cleveland Clinic, diagnosis skizoid tergolong sulit.

Sebab, orang dengan kondisi ini merasa tidak ada yang salah dalam berperilaku dan pola pikirnya.

Ahli kesehatan mental biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan saat memeriksa orang yang dianggap berkepribadian skizoid.

Adapun di antaranya riwayat masa kecil, hubungan dengan orang lain, pekerjaan, dan realitas.

Ahli juga mengajak kerja sama anggota keluarga saat memeriksa dugaan kepribadian yang skizoid.

Itu bertujuan mengumpulkan banyak informasi tentang perilaku.

Merujuk American Psychiatric Association, ada beberapa gejala yang dicek ketika diagnosis skizoid: 1.

Selalu memilih kegiatan menyendiri 2.

Kurangnya ekspresi emosional 3.

Merasa tidak bahagia.

4.

Ketakpedulian terhadap kritik atau pujian 5.

Kurangnya keinginan untuk berhubungan pribadi dengan orang lain 6.

Sedikit atau tidak ada gairah berhubungan seksual 7.

Tidak memiliki teman dekat di luar keluarga inti.

1.

Terapi bicara (psikoterapi) Merujuk Mayo Clinic, psikoterapi membantu mengembangkan hubungan dengan orang lain.

Proses membantu mengendlikan perilaku dan keyakinan yang dianggap bermasalah.

Terapis bisa mendengarkan dan membimbing klien tanpa paksaan.

Sebab, dibutuhkan ruang pribadi untuk mengungkapkan masalah batin.

2.

Terapi kelompok Terapi kelompok membuat orang terlibat dalam berinteraksi.

Itu bermanfaat untuk melatih keterampilan interpersonal.

Terapi kelompok memberikan dukungan dan peningkatan menjalin interaksi dan hubungan sosial.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan